.: Selamat Datang di Situs Resmi Dewan Pendidikan Kota Denpasar :. DEWAN PENDIDIKAN KOTA DENPASAR - Home

Nav view search

Navigation

Search

Monday, 29 August 2016

Profil Kami

DEWAN PENDIDIKAN KOTA DENPASAR

ALAMAT : JALAN PULAU BELITON NO. 3 DENPASAR, BALI 80112

TELPON / FAX : 0361 231192

Om Suastyastu, 

Citra pendidikan bukan lagi kertas putih bersih ketika UU Dasar 1945 sampai dengan Undang-Undang Sisdiknas diundangkan; kertas putih tersebut bukan hanya penuh dengan corat-coret, lusuh, kumel, namun nyaris diremas untuk menghiasi tong sampah. Artinya bahwa pendidikan tidak berhenti ketika undang-undang untuk menata, mengatur, menertibkan, malah semakin tidak berujung pangkal atau ujung dan pangkalnya jelas, akan tetapi  yang tidak jelas adalah diantara ujung dan pangkal tersebut. Berita yang paling menarik adalah ketika Mahkamah Konstitusi dalam keputusannya membatalkan adanya ujian nasional. Kesannya pemerintah mengadakan perlawanan terhadap pemerintah, jika demikian siapa lagi yang harus dipercaya? Adakah lembaga pendidikan telah demikian rapuhnya digerogoti kepentingan politik?  

Centang perentang proses pendidikan di tanah air setidaknya dapat dipandang dari dua perspektif, perspektif pertama memandang pelbagai problematika berlangsung karena semakin banyak adanya orang pintar dan makin banyaknya masyarakat yang melek huruf, sekaligus juga adanya peningkatan jumlah penduduk dari tahun ke tahun. Artinya semangat transparansi dan demokrasi dimaknai dengan beragamnya pendapat yang dilontarkan oleh siapa saja.Yang dekat kekuasaan atau yang populis pasti diterima. Perspektif yang ke dua tampaknya harus bercermin pada perencanaan pendidikan kita, sudahkah berlandaskan dan bertujuan untuk pembangunan nasional dengan durasi jangka panjang dan berkelanjutan? Harus diakui bahwa perspektif yang kedua ini sangat lemah dan tidak dikawal dengan keberanian dan apa adanya. Hebatnya pendidikan dirumuskan terstruktur bagaikan proyek fisik, padahal yang dikelola sekolah adalah manusia “non fisik” sebagai kader bangsa generasi penerus.  

Ketidak jujuran terstruktur tumbuh kembang bagaikan virus tidak terobati karena pesanan dan tekanan. Independensi Guru dipasung oleh iming-iming kesejahteraan semu! Prestasi dibungkus oleh prestasi guru yang tersertifikasi yang bermuara pada tambahan tunjangan. Penghargaan sangat diperlukan namun dikhawatirkan bergeser menjadi ada uang ada unjuk kerja sebaliknya tidak ada kerja tanpa uang. Akhirnya pendidikan dijadikan komuditas, yang lambat laun dikhawatirkan hanya yang punya uang saja dapat mengenyam pendidikan. Namun dibalik itu kampanye sekolah gratis di tahun 2009 sepertinya memupus pendapat yang menyatakan pendidikan adalah bisnis!

Beranjak dari berbagai fenomena diatas, para pengurus Dewan Pendidikan Kota Denpasar berikhtiar untuk menyumbangkan pandangannya dalam beragam topik seirama dengan kemajemukan latar belakang pendidikan, pekerjaan, dan pengalamannya masing-masing. Berbagai hal terungkap diawali dengan Hakekat Ilmu Pengetahuan dan Axiologi Ilmu dalam Pendidikan, kemudian dilanjutkan dengan Pendidikan Investasi Masa Depan : Sebuah Catatan Bagi Kota Denpasar. Otonomi Daerah dan Keberhasilan Pembangunan di Bali khususnya di Kota Denpasar dipandang melahirkan berbagai problematik ditulis sesuai dengan praksis yang dijumpai di lokasi. Hal lainnya yang dipandang sangat mendasar untuk dikaji lebih lanjut adalah hal-hal yang berhubungan dengan Kurikulum Pendidikan yang Berwawasan Budaya, Peran BOS dan BOS Buku Dalam Pembangunan Pendidikan serta dirasa masih adanya Pemasungan Manajemen Berbasis Sekolah.  Pentingnya pelajaran bahasa termasuk Bahasa Bali dalam kerangka Ngajegang Bali dan masa depan anak bangsa tidak dapat dianggap sebelah mata mengingat bahasa adalah sumbernya ilmu pengetahuan. Hal prinsip dan sangat mendasar adalah perkunya pendidikan budi pekerti hingga kharakter guna menciptakan cerdik cendekia yang memiliki hati-nurani, integritas, dan tanggung jawab. Di penghujung tulisan ditampilkan tentang betapa pentingnya generasi muda yang berkualitas, berdaya saing tinggi, bermoral untuk kelak mengisi pembangunan kota Denpasar yang kian plural, multikultur, dan mendunia. Masing-masing tulisan dengan  lugas, cerdas dan tuntas disajikan oleh masing-masing penulis sesuai dengan minat, bakat, dan pengalamannya. Disamping itu yang ringan namun bermanfaat juga disertakan yaitu tentang ceritera, renungan, puisi, refleksi, yang masing-masing memiliki dan mencerminkan makna yang sangat dalam dan dikhawatirkan telah tereduksi akibat pragmatisme atas ruang dan waktunya. Sebagai sebuah organisasi disertakan juga  Anggaran Dasar, nama pengurus, visi dan misi sampai dengan fungsi, peran, dan tujuan organisasi. Di penghujung akhir buku ini, disertakan pula aneka foto kegiatan Dewan Pendidikan Kota Denpasar. Dengan demikian buku ini sekaligus dimaksudkan sebagai bukti sekaligus bakti para pengurus dengan berbagai keterbatasannya sangat serius ngayah mendampingi pemerintah dan masyarakat untuk membangun pendidikan di Kota Denpasar.  

Editor berusaha tidak menyentuh substansi tulisan masing-masing agar makna dan tujuan dari tulisan tertangkap sesuai dengan yang diharapkan oleh setiap penulis. Akibatnya tidak ada struktur yang sama dalam pola penulisan. Apakah ini sebuah konsekuensi dari sebuah tulisan yang dirangkai menjadi bunga rampai atau juga sebuah semangat dalam spirit pasca modern  yang menghalalkan keragaman. Apapun dia buku ini berupaya sejujurnya merekam berbagai permasalahan dan kenyataan pendidikan di Indonesia, khususnya di Kota Denpasar.  

Adapun buku perdana karya para pengurus Dewan Pendidikan ini diniatkan sekaligus diperuntukkan bagi seluruh masyarakat pemerhati dan pelaku pendidikan dan sekaligus juga sebagai cindera mata atas HUT Kota Denpasar yang XVIII pada Februari 2010 ini. Semoga Kota Denpasar yang memiliki selaksa makna ini selalu berpihak kepada pengutamaan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan dengan landasan budaya. Bukankah pendidikan merupakan jembatan bagi keragaman budaya, terutama bagi kota yang majemuk dan multikultur ?    

Akhirnya penghargaan yang setinggi-tingginya disampaikan kehadapan Bapak Walikota Denpasar beserta seluruh jajarannya,khususnya Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga; Ketua dan seluruh anggota DPRD Kota Denpasar; Para Komite Sekolah, Kepala Sekolah dan PGRI se Kota Denpasar, serta berbagai pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, kami haturkan terima kasih atas peran serta dan kerjasamanya selama ini. Segala bentuk tegur dan sapa guna perbaikan buku ini sangat diharapkan. Semoga! Om Shanti, Shanti, Shanti, Om

 

 

 

Additional information

Close info